Masih ingat dengan misteri kematian gadis 20 tahun di Kediri yang ditemukan tewas di dalam karung?
Akhirnya polisi telah mengungkap dalang dibalik kematian sadis gadis bernama Desy Lailatul Khoiriyah tersebut.
Sebelumnya mayatnya ditemukan dalam karung di persawahan Desa Bulu Pasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Kejadian itu begitu menghebohkan warga bahkan menimbulkan pertanyaan besar siapa yang tega menghabisi nyawa korban.
Kini, identitas pelaku yang tega membunuh Desy terkuak.
Ternyata pelaku pembunuhan Desy tak lain adalah ayah kandungnya sendiri, Suprapto (48) sosok yang memang sempat dicurgai sebagai otak pembunuhan Desy.
Kepala Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kediri, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rizkika Putra Atmadha mengatakan, pihaknya sudah menetapkan status tersangka pada Suprapto.
"Statusnya tersangka," ujar AKP Rizkika Putra Atmadha dalam pesan singkatnya pada Kompas.com, Sabtu (15/7/2023).
Meski demikian, Rizkika belum mengungkap pasal-pasal yang dikenakan terhadap Suprapto.
Begitu juga perihal motif hingga modus atas tindakannya itu.
"(motif dan modus) akan disampaikan lebih lanjut usai pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku," pungkas perwira berusia 31 tahun itu.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap Suprapto setelah mengendus keberadaannya di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari.
Penangkapan itu setelah petugas melakukan pengejaran selama sepekan terakhir.
Itu karena Suprapto menghilang usai penemuan jasad anaknya pada 8 Juli 2023, sehingga menjadi sosok yang paling dicari polisi.
Penemuan jenazah Desy Lailatul Khoiriyah sendiri bermula saat seorang warga curiga dengan bau busuk yang berasal dari karung warna putih.
Dari pemeriksaan dipastikan mayat tersebut korban pembunuhan dengan kondisi tali dan tangan terikat serta posisi badan meringkuk.
Pada bagian kepala juga terdapat luka.
Sebelumnya Sulastri (47) telah menyangka bahwa dalang pembunuhan anaknya adalah suaminya sendiri.
Sulastri mengaku tidak mendapatkan firasat apapun menjelang kematian putrinya dengan cara yang tragis.
Malahan Sulastri mengaku bertemu terakhir kalinya dengan putrinya, Rabu (5/7/2023) siang saat anaknya pulang waktu istirahat dari tempat kerjanya.
Pertemuan terakhir itu juga bukan firasat buruk yang dialaminya.
Pada saat bersamaan, Sulastri bersama suaminya, Suprapto (48) bertakziah ke rumah saudara di Blitar.
Sulastri menginap semalam, dan suaminya balik lagi.
Keesokan harinya, Kamis (6/7/2023), Sulastri dijemput lagi suaminya kembali ke rumahnya.
Namun ia tidak mendapati putrinya lagi.
Diperoleh keterangan dari suaminya bahwa Desy telah mendapatkan pekerjaan baru di Kabupaten Lamongan.
Malahan suaminya pamit akan mengantarkan baju ganti untuk putrinya.
Saat itu Sulastri mengaku ragu dengan pengakuan suaminya.
Karena anaknya tidak pernah bercerita mengenai rencana bekerja di Lamongan.
Dan setelah suaminya pamit mengantar baju ganti anaknya ke Lamongan, sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.
Belakangan Sulastri mendapatkan kabar jika putrinya ditemukan meninggal terbungkus karung di Desa Bulupasar.
Lebih shock lagi, Sulastri mencurigai pelaku utama kasus pembunuhan itu adalah Suprapto, suaminya dan ayah kandung anaknya sendiri.
Suprapto selama ini bekerja menjadi pengantar telur keluar kota milik juragan peternak telur ayam di Kabupaten Blitar.
Sulastri berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku yang telah membunuh putrinya.
"Anak saya baik dan sudah bekerja," ungkapnya.
Kakek korban bongkar soal ancaman
Sementara Maryono (68), kakek korban yakin pelaku yang menghabisi putrinya adalah Suprapto menantunya sendiri.
Kecurigaan itu menguat karena menantu sejak Kamis (6/7/2023) menghilang sambil membawa sepeda motor sewaan yang biasa dipakai cucunya berangkat dan pulang kerja.
Termasuk HP milik cucunya juga dibawa serta.
Maryono menduga cucunya dihabisi ayahnya sendiri dengan cara dianiaya atau dicekik di dalam kamarnya.
"Cucu saya dianiaya di dalam kamar. Saat saya pulang pengajian kamarnya masih gelap, sepeda motor dan helm juga tidak ada," jelasnya.
Diungkapkan Maryono, menantunya memang sering mengancam cucunya saat meminta diberi uang.
Jika tidak diberi uang biasanya mengancam. "Cucu saya sering cerita diancam ayahnya," ujarnya.
Maryono juga tidak habis pikir mengapa menantunya tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri.
"Mungkin orangnya dendam dengan saya, karena cucunya sering mengadukan perlakuan ayahnya kepada saya," ungkapnya.
Sementara Bahrudin (44), paman korban yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban mengaku sempat mendengar suara jeritan dari rumah korban.
Suara jeritan itu didengar Rabu (5/7/2023) malam saat akan berangkat mengikuti pengajian.
"Suaranya seperti orang menjerit-jerit," ungkap Bahrudin.
Karena akan mengikuti pengajian, Bahrudin tidak begitu memperhatikan.
Selain itu juga mengira di dalam rumah juga ada ibu korban.
Bahrudin juga sempat memergoki Suprapto, saat akan naik sepeda motor sambil terlihat membawa bungkusan tas kecil.
Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan mayat dalam karung.
Termasuk melacak jejak pelaku yang diduga telah kabur keluar kota.

Tidak ada komentar
Posting Komentar